Selasa, 10 November 2015

untuk dia cintaku

kata itu seperti pisau yang baru aku beli di pasar, yang sudah lama tidak terjuwal, sehinga aku ambil dan aku asah dia menjadi tajam sebagai mana harapan pisau yang lain nya tajam dan bisa berguna, namun pisau itu melukai aku sehinga aku terluka dan berdara akan perih nya luka itu sehinga air mata itu menetes dan tidak terbendung akan dari perasan yang saat ini terluka akan kata-kata dia.
tapi aku sadar akan diri ini dan kenakan diri ini, apa dia tahu di saat aku asah dan aku rawat dia sehinga tajam dia akan lupa perjuangan aku untuk dia bisa tajam akan berguna untuk yang lain, tapi dia tidak sadar akan kesalahan nya, selalu dia meluka dan menyeyet hati dan perasan aku, dia bilang dia tidak memandang harta dan tidak memandang miskin tau kaya, di saat itu dalam kehadiran aku dalam diri nya aku sadar akan kehidupan baru aku, namun dia tidak sadar akan perasan aku, dan dia diam seakan tidak mengerti, ayah dan ibu pasti akan tahu kata-kata anak nya, bukan seperti kata-kata bukan anak nya, aku akan mengalah jikala itu akan terjadi hanya bisa meratap mata yang berguna untuk kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar